Senin, 24 Juli 2017

Daun

       Sebuah Daun Musim Gugur
         Oleh : Sugiarti Rahayu

  Aku bahagia , dan aku rasa tak ada yang bisa merenggut kebahagiaanku . Tapi aku keliru, benar benar keliru ! Masih ada hal yang dapat mengubur bahagiaku.
Dan kau tahu apa penyebabnya? Night Man ku ! Dia memintaku untuk tidak mengharapkannya lagi , memintaku untuk menjauhi nya  , berhenti menunggu nya ! Aku diam  terpaku seribu bahasa , untuk melirik notif pesan yang muncul di via whatsApp saja aku tak ingin . Yang aku inginkan sekarang adalah berjalan diantara gemuruh hujan. Sendirian, hanya sendirian berteriak sekencang mungkin , mengharapkan rasa sesak ini perlahan lenyap tersipu oleh derasnya hujan.

      
   - Aku benci mengutarakan rasa , aku lelah menikmati rindu , aku sakit menunggu waktu! Namun, aku bertahan hanya karna satu..
      
      - Aku mencintaimu night man ku

  Dia adalah lelaki kedua yang kembali mematahkan hatiku, setelah aku merasakan kepatah hatian terbesar ku saat aku kehilangan ayah ku . Angan angan ku mengudara , menyusuri setiap celah ruang yang mengandung rindu dan berakhir pada satu bayangan ! Lagi lagi itu adalah kamu.
  " Ayu? " . Rasanya suara itu begitu familiar di telingaku.
  " Nay , ada apa? Kau mengagetkanku saja " . Ya , dia adalah Nay , sahabat terbaikku.
  " Kau masih memikirkannya? "
  " Aku tak bisa melupakan nya Nay , itu adalah hal yang tak akan pernah bisa aku lakukan " . Aku mendekap kedua lutut ku.
" it will be better, when you want to try it. You must know Ay , you smart ! You pretty , you can do anything . Believe to me , you can to forget him ! " . Nay , menatapku lekat lekat . Menggenggam tanganku , memberiku sebuah kekuatan baru untuk menghadapi semua ini , dia benar aku harus mencoba untuk melupakan nya . Jika aku yakin aku bisa , maka semesta akan mendukung ku. Lagipula , aku masih memiliki Allah sang pemilik kun fayakun.
  Skip
  Aku berdiri di ambang pintu kamar , menatap sebuah pohon yang sedari tadi menjatuhkan daunnya yang mulai mengering. Ada satu hal yang sedikit menyita pikiranku . Daun itu! Ia tampak lain dengan daun lainnya.Aku mendekat, lalu ku raih daun yang berwarna hitam pekat itu . Aneh bukan dengan daun itu ? Aku menyebutnya daun musim gugur . Karna setiap 2 tahun sekali pohon itu akan menjatuhkan daun berwarna hitam itu , dan ini adalah kali ke-2 aku menyimpan daun yang sama.
  " Apa yang kau katakan pada temanmu? " . Ucap seseorang , yang kuyakini itu adalah night man ku.
  " Apa? Aku tidak mengatakan apapun " . Jawab ku , dan kau tau apa? ternyata tebakanku benar . Dia adalah night man ku
  " Apa yang kau katakan? Sehingga semua teman mu tidak menyukai ku ! Tolong , berhenti membicarakan ku ! Lupakan aku . Lupakan semua nya! " . Ucapnya dengan nada tinggi . Aku yang sedari tadi duduk , kini bangkit menatap nya.
  " Aku tidak pernah nyuruh mereka untuk tidak menyukaimu ! Kalaupun emang kamu tidak ada rasa kepada ku , aku gak marah dan memaksa mereka buat gak suka kamu ! Sedikitpun aku gak ada niat kek gitu, kita teman dan hanya sebatas teman ! Kalaupun aku sering sebut nama kamu kalo lagi cerita sama temen temen , tenang aja gak pernah ada kata kata persuatif buat mereka gak suka ke kamu kok ! Permisi !  " . Jelas ku , tanpa memberikan dia kesempatan untuk berbicara ! Sumpah serapah aku ucapkan dalam hatiku , memaki maki diriku sendiri . Apa yang salah dari diriku? Mengapa? Mengapa semua yang terjadi terasa tidak adil. Sekarang sudah jelas , siapa yang terluka? Aku ! Ya aku ! Aku terluka hanya karna aku terlalu mencintaimu.
  Bugggggh
  " Aduh " . Aku meringis pelan
  " Maaffkan aku Ayu ".
  " Zikri? ". Aku menatap nya lalu memeluk nya.
  " Ada apa? Kenapa menangis? ". Tanya lelaki itu, Zikri.
  " Kau tahu? Night man ku! Aku mencintainya , tapi dia seakan tidak peduli. Dia bahkan membentakku , menatap ku dengan tatapan jijik . Apakah aku tidak pantas untuk dicintai? Katakan itu Zikri katakan ". Aku menangis dalam dekapannya, menenggelamkan kepala ku di dada bidang miliknya.
  " Kau terluka? Kau tau siapa disini yang paling terluka? . Lihat aku ! Menurutmu, bagaimana rasanya saat kita melihat orang yang kita sayangi menangisi lelaki yang dia sayangi ? " . Aku mencoba untuk mencerna setiap kata yang ia lontarkan , mungkinkah ia menyukai ku? Tapi itu tidak mungkin ! Aku bersahabat dengan nya sudah lama, lama sekali.
   " Aku mencintaimu Ayu. Ku mohon lihat aku! Kau sempurna, kau pantas dicintai! Tapi tidak layak dicintai oleh lelaki bajingan sepertinya ! " . Mataku terbelalak kaget , apa? Apa apaan dia? Mengatai night man ku sebagai seorang bajingan ! Ingin ku berkata kasar .
  " Kita akan tetap menjadi sahabat, apapun yang terjadi ! Tidak pernah ada rasa lebih sedikitpun , selain rasa sayang ku layaknya seorang sahabat. Tidak pernah ! Seseorang yang baik , tidak akan mengaku bahwa dirinya baik ! Tapi seorang bajingan akan mengaku bak dirinya sempurna , hanya karna ingin mendapatkan sebuah pujian ! " . Sebuah tamparan dariku , berhasil mendarat dengan sempurna dipipi lelaki itu !
  " Tidak ada yang perlu kau tahu seberapa dalam aku terluka ! Layak nya kau yang tidak pernah mengerti arti sebuah rasa ! Pergilah , kejar night man mu ! Jika kau lelah , ingatlah aku . Aku adalah tempat terbaik saat kau menangis , yang pernah kau lupakan ! " .
Aku , mulai melangkah pergi meninggalkan nya. Sakit, aku mendengar apa yang ia ucapkan ! Ia telah mengkhianati persahabatanku dengan dirinya sendiri, mengingkari semua janji bahwa kita akan tetap menjadi sahabat. Di seberang jalan sana, riuh orang berkerumun berteriak minta tolong. Aku melesat pergi, mendekati kerumunan orang itu. Pandanganku terpaku pada sosok yang terkapar di dasar jalan , tak bergeming. Air mataku turun , jantungku runtuh. Ku peluk erat tubuh nya , seakan tak akan ku lepaskan.
  " Tetap bertahan , kau adalah rain man ku. Sekarang aku ingat kau adalah tempat menangis yang paling indah, jangan pergi ku mohon " . Ucapku lirih, hampir tak bersuara . Ku gendong sosok yang kini terkapar, aku mulai bangkit membopong dirinya . Keluar dari kerumunan orang orang , berjalan diantara gemuruh hujan .
   Ya allah tolong, selamatkan lelaki ini. Aku mencintainya , aku membutuhkan nya . Dia yang menyempurnakan hidupku, dia yang melengkapi jiwaku , dia yang mengingatkan ku agar selalu taat padamu . Selamat kan dia ya allah , aku tahu kau pemilik kunfayakun . Dan sekarang aku membutuhkan kata kunfayakun itu untuk kau ucapkan agar dia selamat.
  Aku memanjatkan doa kilat dalam hatiku, untuk orang yang kini berada dipangkuanku . Aku terjatuh bersamanya ! Aku tidak kuat lagi menggendong nya , bodoh seharusnya tadi aku membiarkan ia dibawa oleh ambulan .
  " Ku mohon , bertahan lah Zikri. Aku juga mencintaimu, buka matamu jangan tertidur ! Ini masih siang dasar bodoh ! Kau berhasil membuatku menyesal telah mengatakan hal itu padamu ! Sekarang kau sudah puas bukan? Ayo buka mata mu Zikri ku mohon " . Aku menangis sejadi jadinya , berteriak sekencang mungkin . Aku harus mencari pertolongan !
  " Kau harus tetap bertahan , tunggu aku ! Aku akan mencari pertolongan " . Aku, berlari dengan kecepatan di atas rata rata . Aku tidak ingin kehilangan nya . Tapi sayang saat aku kembali , ia telah tiada dengan meninggalkan sebuah surat. Yang hanya tertulis nama ku dan tulisan kata maaf . Sekarang aku mengerti , daun musim gugur yang tadi terjatuh sebuah pertanda bahwa Aku akan kehilangan sosok seseorang yang berharga ! Yang sebelumnya belum sempat aku miliki , bukan night man ku . Namun, rain man ku.
  - Selesai

Rabu, 28 Juni 2017

TAKDIR 😊

                Refuse a Destiny
           Oleh : Sugiarti Rahayu

     " Aku hanya perlu menunggu waktu, membuktikan kebahagiaan mutlak akan tertuju padaku. Karna aku yakin rencana allah begitu indah ❤ " - S.R 

  Di pojok ruangan sana seorang gadis tengah menangis terisak isak, tubuh nya menggigil , ia mendekap kedua lutut nya.

Kehilangan ..
Kesedihan ..
Kesendirian ..
Kerapuhan ..
 
  Kini , itulah yang ia rasakan . Kepergian kedua orang tuanya benar benar membuatnya merasa bahwa takdir begitu kejam . Ia mengingat kejadian sebelum kedua orang tuanya meninggal dunia. Saat seorang kakek tua bangka , berani menawar nya didepan kedua orang tua nya . Sumpah serapah selalu ia katakan saat ia menyadari bahwa ibu nya menyetujui ucapan si bandot tua itu! Merelakan gadis nya yang baru saja menyelesaikan masa SMA nya ditawar tawar dan dipandang rendah oleh seorang bajingan yang berkedok manis dengan tubuh berbalut jas ! Hanya karna uang.
 
Derap langkah yang terdengar semakin mendekat, berhasil membuat Alina mendongakkan kepalanya. Menatap tepat pada manik mata milik lelaki yang beberapa tahun terakhir selalu ada bersamanya. Seperkian detik, ia kembali menundukan kepalanya.

"Masih menangis?" lelaki itu duduk tepat di hadapan Alina.

"Apakah aku kini sudah tidak pantas untuk hidup lagi? Masihkah ada harapanku untuk tetap melanjutkan perjalanan hidup dengan takdir yang begitu tidak adil? Bukankah semua ini sudah berakhir? Aku sungguh lelah."

" No hadapi kenyataan Alina , meski realita tidak selalu seperti yang kita harapkan tapi percaya lah itu yang terbaik untuk mu. Mungkin kamu tidak dapat menolak takdir , tapi ingat ada Allah sang pemilik kun fayakun ! Apa yang dia kehendaki maka akan terjadi , coba lah bersabar, istigfar , memohon kepadanya agar kamu mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Berusaha jangan menyerah Al, aku yakin kamu bisa " . Lelaki itu , Fero mencoba menenangkan Alina . Meyakinkan bahwa kehidupan yang lebih baik sedang menanti nya !
  " Tapi Fero .. " . Belum sempat Alina menyelesaikan perkataan nya, Fero menariknya kedalam dekapan .
" Jangan khawatir Al , aku akan selalu ada untukmu . Percayalah aku tidak akan membiarkan orang yang kusayangi menderita " . Alina, mencoba untuk meresapi setiap kata yang terucap! Mungkinkah ia menyukai nya?. Namun sepersekian detik ia tak peduli lagi, yang ia yakini adalah bahwa ada kehangatan dalam hatinya saat Fero memeluk nya.
  Fero , pria berusia 23 tahun , yang peduli padanya ketika semua orang menyudutkannya. Pria yang menghargainya ketika semua orang menyepelekannya.
  Perlahan ia mulai bangkit , menatap pantulan dirinya di depan cermin , menghapus butiran kristal yang beberapa hari ini selalu berjatuhan dari pelupuk matanya , memberikan sedikit senyuman tuk sembunyikan luka . Ia sadar betul, bahwa meratapi masa lalu tanpa berbuat apapun takkan pernah membuahkan hasil.
  " Aku akan bangkit  "
...
  Some years later
  Aku mencintai sebuah proses, walaupun terkadang kesuksesan tak dapat kuraih namun setidaknya aku bisa meraih kesabaran sebagai sebuah kesuksesan ❤ ~

  Dipengujung hari, Alina dan Fero tengah duduk disebuah taman halaman depan rumah ditemani secarik teh dalam cawan. Sunyi, kedua nya membisu tak ada yang memulai pembicaraan yang terdengar hanyalah dentingan sendok. Fero, menatap wanita yang kini ada di samping nya.
  " Kau sedang memikirkan apa Alina? " . Tanya nya seraya memegang pergelangan tangan Alina.
  " Ohh, tidak ada ko "
  " You lie dear? " . Ucapnya dengan tatapan menyelidik
  " Hem, baiklah Fero ! Kau ingat tidak? Saat itu aku dalam keadaan terpuruk , kamu datang memberiku semangat , memberiku harapan baru . Hingga aku benar benar kembali semangat untuk hidup lagi "  . ( Fero hanya mengangguk ) " Kau buat seakan semua nya akan jauh lebih indah lagi, kau bantu aku membuka sebuah tempat les hingga semuanya mulai berkembang , kau temani aku kemana pun aku pergi . Kau buat aku tidak ingin kehilangan mu, dan seketika kamu pergi lalu seorang wanita datang menemuiku dan memberikan ku sebuah undangan pertunangan yang tertulis nama mu ! " . Alina menghela nafas . " Kau tahu tidak? Kau yang membuat ku semangat untuk hidup lagi, dan kamu juga yang menjatuhkan ku lagi! Percayalah Fero itu sangat menyesakkan, lalu aku mencoba untuk melupakan hal itu dan memutuskan untuk mencari hati yang lain . Tapi sayang yang aku temukan hanyalah bajingan bajingan yang berkedok sebagai seorang malaikat ! Dan itu membuat ku kembali tidak percaya akan cinta " . Alina, tersenyum pedih " Lelaki diluaran sana tetap sama ! Mereka memandangku sebagai wanita murahan! Mencapku sebagai wanita penggoda ! Oh sungguh kata kata itu sangat memuakkan ! " . Alina , memalingkan wajah . Ia tak ingin terlihat oleh Fero bahwa butiran kristal didalam pelupuk mata nya mulai berjatuhan .
  " Sudah bicara nya? Menangis lah ! Tak perlu kau pendam , jika itu bisa membuat mu sedikit tenang. Dengarlah sayang, untuk apa kamu mengingat masalalu? Jika hal itu hanya membuatmu semakin terluka? Oke dulu aku memang salah ! Tapi percaya lah aku bertunangan dengan nya karna terpaksa , aku tetap mencintaimu ! Sudahlah sekarang aku menjadi milikmu , lupakan hal itu ya ? " . Jelas Fero
  " Tidak , aku tidak akan melupakan hal itu . Aku akan tetap mengingatnya bagaimana pun juga , kesuksesan ku ini tidak lepas dari kisah masalalu yang membuat ku semakin kuat ! " .
  Hening, keduanya kembali membisu hanya menikmati setiap hembusan angin ! Angan angan keduanya mengudara mengelilingi dunia , entah pikiran mereka berada dimana yang jelas raga keduanya masih tetap dalam posisi yang sama . Fero merasakan ada sesuatu dipundaknya , ia mendengar deru nafas teratur . Ia menyadari wanita nya tengah tertidur , lalu ia menarik Alina ke pangkuannya .
  Cup , hanya kecupan ! Fero memahami sikap wanitanya itu karna faktor bayi yang kini ada didalam rahimnya.
  " Bangun Alina, kau berat jika harus ku gendong ! Ini sudah larut malam, ayo kita masuk kedalam rumah " .
  " Iya baiklah aku bangun . Tapi kau harus janji , kau tidak akan pernah meninggalkanku bukan? "
  " I'm promise my sexy wife "

      Jika dengan memilikimu saja, sudah menyempurnakan hidupku ! Lalu? Masihkah terbayang dibenakmu bahwa aku akan meninggalkanmu saat separuh jiwa ku kini adalah dirimu ❤.

     - Selesai

Rabu, 31 Mei 2017

Lamursaluun

                 Lamursaluun
      "Orang yang diutus untukmu "
                        Oleh: Sugiarti R

  Sebuah poto yang membukakan mata Isma, bahwa ada negara indah di belahan dunia berbeda dengan letak geografis yang berbeda pula . Yang menyimpan keindahan dan sejarah tersendiri, yang kelihatannya mustahil untuk Isma abgari datangi.
  Namun, pikiran itu kini bukan sekedar angan angan saja . Ia mendapatkan beasiswa penuh untuk biaya kuliah dan asrama di Universitas Washington. Tak ada yang lebih Isma syukuri daripada itu, apalagi penyebab utamanya adalah Allah !
  Rasanya, Isma sangat berat hati jika harus meninggalkan mama , ayah , evelyne dan keysa adiknya , meninggalkan kenangan manis pahit yang menyertai langkahnya.
  Brakk..
Isma menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, rasanya hari ini sangat melelahkan baginya. Isma mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar , aktivitasnya terhenti pandangannya tertuju pada salah satu jas berlogo UNPAD yang tersusun rapi diantara sederetan pakaian lainnya.
  Ia teringat 3tahun yang lalu, pada sosok seorang lelaki yang begitu ia kagumi. Tak dapat dipungkiri ia memang mencintai lelaki itu , Imam. Orang yang sangat sempurna di matanya , namun perasaan itu ia pendam hingga saat ini. Tapi Isma bukanlah Fatimah azzahra yang dapat menahan perasaannya kepada Sayyidina Ali hingga setanpun tidak mengetahui.
  Sudah lama aku tidak bertemu dengannya , aku merindukanmu . Apakah kamu masih mengingatku? Jika saja kamu adalah jodohku , aku yakin sejauh apapun jarak , waktu pasti akan menyatukannya. Biarlah kesendirian dalam penantian yang menjaga iman.
  Itulah kalimat yang bermain di kepala Isma, ia memejamkan matanya memanjatkan doa kilat dalam hatinya , untuk lelaki yang tak terjangkau namun begitu dicintainya.

.....
3 tahun kemudian.
  Belanda, negeri yang kini ia pijakki untuk menggapai mimpi. Kehidupan Isma kini berada di puncak kesuksesan. Namun, cobaan hidup seperti tetap mengiringi setiap langkah Isma. 3bulan terakhir dia sering merasa kesakitan diseluruh tubuhnya, entah penyakit apa ia pun tidak tahu.
  Sore ini , hujan turun dengan lebat seakan mengerti apa yang sedang ia rasakan. Penasaran akan penyakit apa yang ia derita kini telah ada jawaban, kegagalan sistem kerja saraf sungguh membuat pertahanan Isma goyah seakan dunia berhenti berputar.
  "Kenapa engkau beriku cobaan yang begitu indah ya allah " . Isma menghela nafas " Jika saja cobaan ini menjadi penggugur dosa ku, aku rela jalaninya. Tapi, kenapa disaat yang bersamaan engkau ambil kedua orang tua ku? Sungguh aku tidak sanggup " . Isma menggigit bibir menahan tangis.
  Drettt.. Drettt..
Ia meraih ponselnya yang bergetar, membaca pesan yang muncul di layar ponsel.
     From : 0881724×××××
Isma abgari, kau tahu? Aku masih setia dengan perasaanku untuk mu. Aku yakin kita ditakdirkan untuk bersama...
  Bisakah kamu melihatku sejenak? Kini aku ada di hadapanmu.

             - Imam
  Jantungnya berdegup tak karuan , Imam orang yang dia cintai kini ada dihadapannya? Mimpikah ia ? Setelah 7 tahun lamanya tidak bertemu , kini ia hadir kembali. Mungkinkah benar? Bahwa ia memang jodohnya?
    Aku tenggelam dalam tatap , terbius oleh harum. Aku tak dapat menghindar , aku jatuh lagi dan lagi.
  " Hi , Isma. Aku tidak menyangka kita akan bertemu di negara ini. Kau tahu? Selama 7tahun aku tidak melihatmu, aku sangat merindukanmu " . Lelaki itu tersenyum lalu duduk di samping Isma. " Hem, maaf . Apakah aku salah orang? Kau Isma Abgari bukan? " . lelaki itu kembali bertanya.
  " Iya Imam , ini aku. Maaf, aku hanya terkejut kedatanganmu sangat tiba tiba hehe. Um , by the way ko kamu bisa ada disini sih? Sedang apa di Rumah sakit? Siapa yang sakit? ". Terlihat sekali Isma sangat gugup berada disamping lelaki itu, Imam.
  " Tidak ada , aku hanya melakukan rutinitas ku memeriksa kesehatan ku. Kau sendiri sedang apa disini? Kamu sakit? Dan sudah berapa lama kamu tinggal di negeri ini? ". Lelaki itu menatap nya.
  " Oh tidak juga, aku hanya mengantar temanku . sekitar 4tahun setelah lulus kuliah di Unpad , aku pindah ke Belanda melanjutkan kuliah ku. "
  .. Mereka pun tenggelam dalam suasana kerinduan , saling berbagi cerita tentang kehidupan masing masing. Setelah pertemuan itu, mereka pun menjadi sangat dekat. Namun, keadaan Isma semakin down . Kini ia sudah tak bisa lagi berjalan , dan memutuskan untuk tidak menemui Imam (lagi) agar dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Isma.
  " Angela , kau mau kan antar aku ke bandara? Hari ini aku akan pulang ke Indonesia , aku ingin berobat di negeri ku saja " . Isma merapih kan pakaian nya .
  "Kenapa tidak berobat disini saja Isma? Alat alat disini sangat canggih , mungkin saja nanti kamu bisa sembuh Isma. " . jelas wanita itu, Angela.
  "Tidak Angela" . Isma menggelengkan kepala. " Aku harus pulang. Kau antar aku sekarang ya".
  Angela, hanya mengangguk menyetujui ucapan nya. Keputusan Isma sudah sangat bulat, ia ingin menjauh dari Imam , bukan karena ia sudah lagi tak cinta. Namun, karna ia sadar Isma tak pantas berada disamping lelaki yang sangat sempurna dimatanya.
  Kepulangan nya disambut oleh keluarga besarnya, mereka sangat bahagia menyambut Isma. Namun, mereka merasakan sakit saat melihat orang kebanggaan keluarga , Isma kini sudah tak lagi bisa berjalan .
   Keadaan Isma semakin parah , ia tidak bisa melakukan apa apa lagi. Ia sangat kehilangan semangat untuk hidup, ia merasa hanya akan menjadi mayat hidup yang tak dapat melakukan apapun.
  " Ismaaaaaaaaaaa " . Teriak seorang lelaki " Ada apa sebenarnya? Knpa kamu menjauhi ku? Jawab jujur Isma " . Imam duduk didepan isma . Isma hanya dapat menggelengkan kepala, ia tak dapat menahan tangisnya .
  "Kamu sakit apa Isma? Aku sangat khawatir dengan keadaanmu. Aku mencintaimu Isma, aku tak ingin kehilanganmu ". Kini Imam pun menangis tak dapat menahan sakit saat ia melihat orang yang dia cintai jatuh sakit.
  " Aku tidak pantas berada disampingmu Imam, aku sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Aku tidak ingin kamu khawatir , untuk itu aku menghindar darimu ! Sekarang pergilah Imam , aku sudah tidak ingin melihatmu lagi. " . Isma mencoba berdiri melangkah pergi meninggalkan lelaki itu. Namun , nihil ia tak dapat lagi berjalan.
  " Kau egois Isma , kau hanya memikirkan mu saja , tidak dengan perasaan ku. Aku tidak ingin kehilangan mu untuk kedua kalinya! Saat ini juga aku akan menikahi mu ! ". Ucap imam sembari menggendong Isma .
  " Tidak Imam tidakkk , aku tidak pantas berada di samping mu , aku tidak bisa lagi berjalan . Aku tidak sempurna. " . Isma mencoba untuk melepas gendongan Imam, namun Imam semakin menggendong nya dengan erat.
   " Aku tidak peduli Isma, cinta sempurna tidak memerlukan fisik yang sempurna ".
  ... Setelah resmi menikah , merekapun hidup dengan bahagia . Tapi, 5bulan setelah itu Isma kehilangan penglihatannya. Kebahagiaanya seketika lenyap , kini ia sedang duduk dikursi roda dengan tatapan tak tentu arah .
  " Sweetheart? , sedang apa disini? Angin malam tidak baik untuk kesehatan sayang " . Imam , menggenggam tangan Isma menatapnya dengan tatapan sayang .
  " Aku sedang berpikir saja ". Isma menghela nafas " Kenapa ya? Dunia ini seakan tidak pernah mengizinkan ku untuk merasakan kebahagiaan? Aku sekarang tidak dapat melihat, tidak dapat berjalan mungkin sebentar lagi aku akan meninggal lalu aku kesepian disana tanpa kehadiranmu Imam ". Isma tersenyum pedih.
  " Syuttt, tidak sayang tidak . kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Apapun keadaan mu aku akan tetap mencintai mu . La tahzan innaallaha ma'ana ". Imam meraih Isma kedalam dekapannya, ia menatap nya sendu lalu ia mengecup kelopak mata Isma yang basah karena air mata.
  Aku berjanji Isma aku tidak akan pernah meninggalkan mu , aku akan menjaga mu , mencintaimu hingga aku tidak dapat menghela nafas lagi.
     Hanya satu yang aku tahu , kehadiranmu menyempurnakan hidupku , memilikimu menguatkan iman ku , kehilanganmu meruntuhkan jiwa ku.

             - the end

Selasa, 02 Mei 2017

KARMA 😊

            You're My Sweetest Man
                                                                           Karya : Sugiarti Rahayu

   Entah bagaimana awalnya, aku dapat merasakan kenyamanan pada seseorang yang bahkan aku belum mengenalnya. Dia adalah sosok lelaki yang humoris, selalu mempunyai topik obrolan yang menyenangkan. Tanpa sadar aku tertawa sendiri saat membaca chat darinya , aku lupa bahwa sekarang aku sedang berjalan di persimpangan tiga hendak menuju rumah. Aku tertunduk malu saat aku sadar ada seorang lelaki di depan sana menatapku dengan tatapan menyelidik. Sejenak kita beradu pandang, lalu aku memalingkan wajahku ke arah berlawanan. 
   
  Tring, notif bbm ku berbunyi dengan cepat aku meraih ponselku dan menatap pesan yang muncul di layar telpon.
   
 " Kau terlihat bahagia sekali ya tadi, aku ingin menjadi alasanmu untuk tersenyum. Ohiya, aku ingin mengatakan tadi kamu cantik saat terseyum " . Ujarnya dalam pesan tadi.

  Jantungku berdegup kencang , ternyata dia adalah lelaki tadi? oh kau tahu aku sangat bahagia saat aku tahu dia adalah lelaki itu. Karna memang sejak awal aku sudah menaruh hati padanya. 
Setelah beberapa bulan dekat dengannya, lalu dia mengatakan cinta padaku. Tidak mungkin bukan jika aku harus menolaknya? karna moment ini yang aku tunggu. Hari hari yang ku lalui bersamanya semua terasa indah, berwarna dan menyenangkan . 
  
  Kehadiranmu mengubah pola berpikirku, menjadikanku lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan. Pagi ini, aku sedang berada di halaman depan rumah , bersantai sembari membaca novel kesukaanku dan menikmati angin pagi yang menyejukkan. Kulirik mesin waktu yang melingkar di pergelangan tanganku. 
  
  " Oh baru jam 07.00 ya ! " . Ucapku , lalu aku melirik kembali jam ku.
  " Apa? oh tidak aku lupa hari ini aku akan lari pagi dengannya " . Ucapku sambil berlari mencari sepatuku.
  
  Dengan cepat aku membereskan semuanya , bagaimana mungkin aku bisa melupakan hal ini? 

  " Oh tidak , aku sudah telat 30menit. Aku tidak ingin membuatnya menunggu lama " . Aku bergumam sendiri sambil berlari. 

  Aku membutuhkan waktu 30menit untuk sampai di tempat yang dijanjikan. Napasku tidak teratur, aku masih mencarinya dikerumunan orang orang. Tiba tiba, ada seseorang yang menarik tanganku. Dengan cepat aku melepaskan pegangan itu. Justin ya dia adalah Justin, dia hanya tersenyum menyeringai saat melihat ekspresi terkejutku.

  " Cape? " . Tanyanya dengan senyum mengembang.

  " Sedikit , hehe " . Jawabku dengan gugup. Kau tahu? aku masih sangat gugup berada didekatnya.
   
  " Kalau begitu, naiklah ke punggungku " . Ucapnya sambil membungkukkan badannya.
  
  " Oh, tidak perlu aku masih kuat untuk berjalan " . Ucapku sambil menatapnya.

  " Naik atau kau ku paksa? " . Ucapnya sambil menatapku tajam.
  
  Tidak ada pilihan lain, aku hanya mengangguk menyetujui ucapannya. Lari pagi kali ini berbeda dari sebelumnya. Sebenarnya, ini bukan lari pagi. Karena sedari tadi aku digendongnya, sweet moment sekali bukan? 

  " Kau haus Elen? " . Tanyanya dengan lembut.

  " Aku umm .... " . Belum sempat aku melanjutkan perkataanku, dia telah memotongnya.

  " Tidak perlu kau jawab Elen. Aku tahu kau haus, kalau begitu kau tunggu disini ya aku akan membelikanmu minum. " .
  
  Tanpa menunggu jawaban dariku , dia telah melangkahkan kaki meninggalkanku. 10 menit, hingga 20 menit aku menunggunya, namun dia tak kunjung datang. Apa dia mengerjaiku? tapi sepertinya itu tidak mungkin. Akupun kembali diam seperti semula, duduk dan memainkan ponselku.

 "Menungguku Nona? " . Tanyanya dengan nada menggodaku. 

  Pipiku merah merona mendengar ucapannya, lalu dia memberikan sebuah coklat beserta suratnya. Dia mendekatkan wajahnya ketelingaku lalu berkata 

 " Surat nya jangan kau buka sekarang ya. Kau boleh membukanya saat telah sampai rumah. Aku menyayangimu gendutku . "

 Setelah selesai mengucapkan itu, dia menjauhkan wajahnya dariku .
  
 " Kau merona sekali ya Elen . Hahaha " 

 Dia tertawa terbahak bahak sembari memegang hidungku. 

 " APAAAAA? berani sekali kau Utin memegang hidungku. " . Ucapku sedikit berteriak, 

 ......... 

 Hari hari yang kulalui dengannya penuh kegembiraan , semangat dan sebagainya . Oh dear , i'm glad to have you. You change my life to be a more kind. Tapi kebahagiaan itu seketika lenyap saat mantannya menemuiku lalu berkata .

 " Kau yang bernama SELENA? ". Ucapnya dengan penekanan saat menyebut namaku.

 " Iya , ada perlu apa ya? apa kita pernah bertemu sebelumya? " . Tanyaku bingung.

 " Kenalkan namaku Tria , aku mantannya Justin ! Kau tahu apa tujuanku datang menemuimu? aku hanya ingin memperlihatkan padamu apa yang pacar mu katakan padaku " .Ucapnya dengan senyum sinis .

 Lalu diapun memberikan ponselnya padaku , aku menatapnya tak percaya. Justin, orang yang sangat aku sayangi berani berbuat seperti ini padaku . Lalu Triapun mengambil ponselnya dari tanganku dan pergi meninggalkanku tanpa kata.

 ..............

 Hari ini aku akan bertemu dengan Justin di tempat biasa. 

 " Kau tahu apa yang mantanmu perlihatkan padaku? " . Ucapku masih dengan senyum yang mengembang.

 " Apa? " . Tanyanya bingung.

 " Apa kau kira aku tidak tahu apa yang kamu katakan padanya? . Kau katakan padanya bahwa kau masih mencintainya , kau mengatakan bahwa kau akan kembali lagi padanya , kau mengatakan bahwa dia adalah jodohmu , dan kau katakan padanya bahwa kebahagiaan ini hanya sementara saat aku dan kamu masih menjadi kita? " . Air mataku mengalir dengan deras membasahi pipiku. 

 " Maafkan aku Elen " . Ucapnya dengan nada memohon. 

 " Tidak apa apa, aku paham itu. Kau masih menyayanginya bukan? pergilah jika kau bahagia dengannya. " . Jawabku sembari menghapus air mataku. 

 " Tidak Elen , tidak seperti itu . Aku menyayangimu , kau percaya itu bukan? ku mohon maafkan aku. " . Ucapnya sembari memegang tanganku . 

 Aku hanya mengangguk mendengar ucapannya. Setelah kejadian itu , hubunganku dengannya agak merengang. Dia mulai berubah, berani membentakku hanya karna aku memintanya untuk mengantarku pulang, tidak memberi kabar, dan bahkan mendiamiku. Sampai pada suatu hari, dia memintaku untuk menemuinya . 

 " Aku ingin berbicara dengan mu " . Ucapnya dengan wajah datar.

 " Apa itu Justin? " . Tanyaku penasaran.

 " Aku ingin putus " . Ucapnya masih dengan wajah datar. 

 Aku menatapnya tak percaya , aku meresapi setiap kata yang dia ucapkan . Dadaku serasa sangat sesak mendengar ucapannya, Air mataku telah menggantung di pelupuk mataku. Aku tidak boleh menangis , aku harus kuat. 

 " Kenapa ? " .  Tanyaku

 " Aku sudah bosan " . Jawabnya

 Oh tidak, kata kata itu benar benar membuat hatiku sakit bahkan sangat sakit. Kenapa disaat aku tidak ingin kehilangannya , dia dengan mudah mengeluarkan kata kata haram itu. 

 " Baiklah ." 

  Aku hanya bisa mengeluarkan kata kata itu. Lalu diapun pergi berlalu meninggalkanku tanpa sepatah katapun , tanpa ucapan selamat tinggal ataupun hal lainnya. Aku menatapnya kepergiannya , sakit memang tapi apa boleh buat? tidak mungkin bukan aku memaksakan seseorang untuk tetap tinggal sedangkan hatinya bukan untukku lagi. Lalu akupun pergi melangkahkan kaki meningalkan tempatku saat ini.

 Saat sedang dalam perjalanan menuju rumah ,aku melihat sebuah motor terparkir di hadapanku. Motor itu bagiku sudah tidak asing lagi, ya itu adalah milik Justin. Lalu aku melirik 2 orang yang sedang duduk di taman sana . Aku melihatnya, gadis cantik tepat berada di sampingmu, menggenggam tanganmu , bersandar di bahumu. Kau terlihat bahagia berada di samping gadis dengan poster tubuh sempurna itu. Sekarang aku mengerti , ternyata keterbatasanku membuatmu pergi dari hidupku. Congrats dear , kamu telah menentukan pilihanmu, memutuskan untuk membuat kisah baru dengan dirinya. Semoga kamu bisa membuatnya bahagia selalu seperti hari ini, dan ku harap kamu tidak akan pernah membuat senyum yang ia tunjukan saat ini memudar seiring berjalannya waktu. You know dear? you're my sweetest man i ever have. Air mataku mengalir di pipiku, menatapnya tak percaya.

 " Kau hanya bisa berjanji setia Tin, namun nyatanya kau hanya meninggalkan luka abadi . "

                                      


                        The End