Rabu, 28 Juni 2017

TAKDIR 😊

                Refuse a Destiny
           Oleh : Sugiarti Rahayu

     " Aku hanya perlu menunggu waktu, membuktikan kebahagiaan mutlak akan tertuju padaku. Karna aku yakin rencana allah begitu indah ❤ " - S.R 

  Di pojok ruangan sana seorang gadis tengah menangis terisak isak, tubuh nya menggigil , ia mendekap kedua lutut nya.

Kehilangan ..
Kesedihan ..
Kesendirian ..
Kerapuhan ..
 
  Kini , itulah yang ia rasakan . Kepergian kedua orang tuanya benar benar membuatnya merasa bahwa takdir begitu kejam . Ia mengingat kejadian sebelum kedua orang tuanya meninggal dunia. Saat seorang kakek tua bangka , berani menawar nya didepan kedua orang tua nya . Sumpah serapah selalu ia katakan saat ia menyadari bahwa ibu nya menyetujui ucapan si bandot tua itu! Merelakan gadis nya yang baru saja menyelesaikan masa SMA nya ditawar tawar dan dipandang rendah oleh seorang bajingan yang berkedok manis dengan tubuh berbalut jas ! Hanya karna uang.
 
Derap langkah yang terdengar semakin mendekat, berhasil membuat Alina mendongakkan kepalanya. Menatap tepat pada manik mata milik lelaki yang beberapa tahun terakhir selalu ada bersamanya. Seperkian detik, ia kembali menundukan kepalanya.

"Masih menangis?" lelaki itu duduk tepat di hadapan Alina.

"Apakah aku kini sudah tidak pantas untuk hidup lagi? Masihkah ada harapanku untuk tetap melanjutkan perjalanan hidup dengan takdir yang begitu tidak adil? Bukankah semua ini sudah berakhir? Aku sungguh lelah."

" No hadapi kenyataan Alina , meski realita tidak selalu seperti yang kita harapkan tapi percaya lah itu yang terbaik untuk mu. Mungkin kamu tidak dapat menolak takdir , tapi ingat ada Allah sang pemilik kun fayakun ! Apa yang dia kehendaki maka akan terjadi , coba lah bersabar, istigfar , memohon kepadanya agar kamu mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Berusaha jangan menyerah Al, aku yakin kamu bisa " . Lelaki itu , Fero mencoba menenangkan Alina . Meyakinkan bahwa kehidupan yang lebih baik sedang menanti nya !
  " Tapi Fero .. " . Belum sempat Alina menyelesaikan perkataan nya, Fero menariknya kedalam dekapan .
" Jangan khawatir Al , aku akan selalu ada untukmu . Percayalah aku tidak akan membiarkan orang yang kusayangi menderita " . Alina, mencoba untuk meresapi setiap kata yang terucap! Mungkinkah ia menyukai nya?. Namun sepersekian detik ia tak peduli lagi, yang ia yakini adalah bahwa ada kehangatan dalam hatinya saat Fero memeluk nya.
  Fero , pria berusia 23 tahun , yang peduli padanya ketika semua orang menyudutkannya. Pria yang menghargainya ketika semua orang menyepelekannya.
  Perlahan ia mulai bangkit , menatap pantulan dirinya di depan cermin , menghapus butiran kristal yang beberapa hari ini selalu berjatuhan dari pelupuk matanya , memberikan sedikit senyuman tuk sembunyikan luka . Ia sadar betul, bahwa meratapi masa lalu tanpa berbuat apapun takkan pernah membuahkan hasil.
  " Aku akan bangkit  "
...
  Some years later
  Aku mencintai sebuah proses, walaupun terkadang kesuksesan tak dapat kuraih namun setidaknya aku bisa meraih kesabaran sebagai sebuah kesuksesan ❤ ~

  Dipengujung hari, Alina dan Fero tengah duduk disebuah taman halaman depan rumah ditemani secarik teh dalam cawan. Sunyi, kedua nya membisu tak ada yang memulai pembicaraan yang terdengar hanyalah dentingan sendok. Fero, menatap wanita yang kini ada di samping nya.
  " Kau sedang memikirkan apa Alina? " . Tanya nya seraya memegang pergelangan tangan Alina.
  " Ohh, tidak ada ko "
  " You lie dear? " . Ucapnya dengan tatapan menyelidik
  " Hem, baiklah Fero ! Kau ingat tidak? Saat itu aku dalam keadaan terpuruk , kamu datang memberiku semangat , memberiku harapan baru . Hingga aku benar benar kembali semangat untuk hidup lagi "  . ( Fero hanya mengangguk ) " Kau buat seakan semua nya akan jauh lebih indah lagi, kau bantu aku membuka sebuah tempat les hingga semuanya mulai berkembang , kau temani aku kemana pun aku pergi . Kau buat aku tidak ingin kehilangan mu, dan seketika kamu pergi lalu seorang wanita datang menemuiku dan memberikan ku sebuah undangan pertunangan yang tertulis nama mu ! " . Alina menghela nafas . " Kau tahu tidak? Kau yang membuat ku semangat untuk hidup lagi, dan kamu juga yang menjatuhkan ku lagi! Percayalah Fero itu sangat menyesakkan, lalu aku mencoba untuk melupakan hal itu dan memutuskan untuk mencari hati yang lain . Tapi sayang yang aku temukan hanyalah bajingan bajingan yang berkedok sebagai seorang malaikat ! Dan itu membuat ku kembali tidak percaya akan cinta " . Alina, tersenyum pedih " Lelaki diluaran sana tetap sama ! Mereka memandangku sebagai wanita murahan! Mencapku sebagai wanita penggoda ! Oh sungguh kata kata itu sangat memuakkan ! " . Alina , memalingkan wajah . Ia tak ingin terlihat oleh Fero bahwa butiran kristal didalam pelupuk mata nya mulai berjatuhan .
  " Sudah bicara nya? Menangis lah ! Tak perlu kau pendam , jika itu bisa membuat mu sedikit tenang. Dengarlah sayang, untuk apa kamu mengingat masalalu? Jika hal itu hanya membuatmu semakin terluka? Oke dulu aku memang salah ! Tapi percaya lah aku bertunangan dengan nya karna terpaksa , aku tetap mencintaimu ! Sudahlah sekarang aku menjadi milikmu , lupakan hal itu ya ? " . Jelas Fero
  " Tidak , aku tidak akan melupakan hal itu . Aku akan tetap mengingatnya bagaimana pun juga , kesuksesan ku ini tidak lepas dari kisah masalalu yang membuat ku semakin kuat ! " .
  Hening, keduanya kembali membisu hanya menikmati setiap hembusan angin ! Angan angan keduanya mengudara mengelilingi dunia , entah pikiran mereka berada dimana yang jelas raga keduanya masih tetap dalam posisi yang sama . Fero merasakan ada sesuatu dipundaknya , ia mendengar deru nafas teratur . Ia menyadari wanita nya tengah tertidur , lalu ia menarik Alina ke pangkuannya .
  Cup , hanya kecupan ! Fero memahami sikap wanitanya itu karna faktor bayi yang kini ada didalam rahimnya.
  " Bangun Alina, kau berat jika harus ku gendong ! Ini sudah larut malam, ayo kita masuk kedalam rumah " .
  " Iya baiklah aku bangun . Tapi kau harus janji , kau tidak akan pernah meninggalkanku bukan? "
  " I'm promise my sexy wife "

      Jika dengan memilikimu saja, sudah menyempurnakan hidupku ! Lalu? Masihkah terbayang dibenakmu bahwa aku akan meninggalkanmu saat separuh jiwa ku kini adalah dirimu ❤.

     - Selesai

3 komentar: