Lamursaluun
"Orang yang diutus untukmu "
Oleh: Sugiarti R
Sebuah poto yang membukakan mata Isma, bahwa ada negara indah di belahan dunia berbeda dengan letak geografis yang berbeda pula . Yang menyimpan keindahan dan sejarah tersendiri, yang kelihatannya mustahil untuk Isma abgari datangi.
Namun, pikiran itu kini bukan sekedar angan angan saja . Ia mendapatkan beasiswa penuh untuk biaya kuliah dan asrama di Universitas Washington. Tak ada yang lebih Isma syukuri daripada itu, apalagi penyebab utamanya adalah Allah !
Rasanya, Isma sangat berat hati jika harus meninggalkan mama , ayah , evelyne dan keysa adiknya , meninggalkan kenangan manis pahit yang menyertai langkahnya.
Brakk..
Isma menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, rasanya hari ini sangat melelahkan baginya. Isma mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar , aktivitasnya terhenti pandangannya tertuju pada salah satu jas berlogo UNPAD yang tersusun rapi diantara sederetan pakaian lainnya.
Ia teringat 3tahun yang lalu, pada sosok seorang lelaki yang begitu ia kagumi. Tak dapat dipungkiri ia memang mencintai lelaki itu , Imam. Orang yang sangat sempurna di matanya , namun perasaan itu ia pendam hingga saat ini. Tapi Isma bukanlah Fatimah azzahra yang dapat menahan perasaannya kepada Sayyidina Ali hingga setanpun tidak mengetahui.
Sudah lama aku tidak bertemu dengannya , aku merindukanmu . Apakah kamu masih mengingatku? Jika saja kamu adalah jodohku , aku yakin sejauh apapun jarak , waktu pasti akan menyatukannya. Biarlah kesendirian dalam penantian yang menjaga iman.
Itulah kalimat yang bermain di kepala Isma, ia memejamkan matanya memanjatkan doa kilat dalam hatinya , untuk lelaki yang tak terjangkau namun begitu dicintainya.
.....
3 tahun kemudian.
Belanda, negeri yang kini ia pijakki untuk menggapai mimpi. Kehidupan Isma kini berada di puncak kesuksesan. Namun, cobaan hidup seperti tetap mengiringi setiap langkah Isma. 3bulan terakhir dia sering merasa kesakitan diseluruh tubuhnya, entah penyakit apa ia pun tidak tahu.
Sore ini , hujan turun dengan lebat seakan mengerti apa yang sedang ia rasakan. Penasaran akan penyakit apa yang ia derita kini telah ada jawaban, kegagalan sistem kerja saraf sungguh membuat pertahanan Isma goyah seakan dunia berhenti berputar.
"Kenapa engkau beriku cobaan yang begitu indah ya allah " . Isma menghela nafas " Jika saja cobaan ini menjadi penggugur dosa ku, aku rela jalaninya. Tapi, kenapa disaat yang bersamaan engkau ambil kedua orang tua ku? Sungguh aku tidak sanggup " . Isma menggigit bibir menahan tangis.
Drettt.. Drettt..
Ia meraih ponselnya yang bergetar, membaca pesan yang muncul di layar ponsel.
From : 0881724×××××
Isma abgari, kau tahu? Aku masih setia dengan perasaanku untuk mu. Aku yakin kita ditakdirkan untuk bersama...
Bisakah kamu melihatku sejenak? Kini aku ada di hadapanmu.
- Imam
Jantungnya berdegup tak karuan , Imam orang yang dia cintai kini ada dihadapannya? Mimpikah ia ? Setelah 7 tahun lamanya tidak bertemu , kini ia hadir kembali. Mungkinkah benar? Bahwa ia memang jodohnya?
Aku tenggelam dalam tatap , terbius oleh harum. Aku tak dapat menghindar , aku jatuh lagi dan lagi.
" Hi , Isma. Aku tidak menyangka kita akan bertemu di negara ini. Kau tahu? Selama 7tahun aku tidak melihatmu, aku sangat merindukanmu " . Lelaki itu tersenyum lalu duduk di samping Isma. " Hem, maaf . Apakah aku salah orang? Kau Isma Abgari bukan? " . lelaki itu kembali bertanya.
" Iya Imam , ini aku. Maaf, aku hanya terkejut kedatanganmu sangat tiba tiba hehe. Um , by the way ko kamu bisa ada disini sih? Sedang apa di Rumah sakit? Siapa yang sakit? ". Terlihat sekali Isma sangat gugup berada disamping lelaki itu, Imam.
" Tidak ada , aku hanya melakukan rutinitas ku memeriksa kesehatan ku. Kau sendiri sedang apa disini? Kamu sakit? Dan sudah berapa lama kamu tinggal di negeri ini? ". Lelaki itu menatap nya.
" Oh tidak juga, aku hanya mengantar temanku . sekitar 4tahun setelah lulus kuliah di Unpad , aku pindah ke Belanda melanjutkan kuliah ku. "
.. Mereka pun tenggelam dalam suasana kerinduan , saling berbagi cerita tentang kehidupan masing masing. Setelah pertemuan itu, mereka pun menjadi sangat dekat. Namun, keadaan Isma semakin down . Kini ia sudah tak bisa lagi berjalan , dan memutuskan untuk tidak menemui Imam (lagi) agar dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Isma.
" Angela , kau mau kan antar aku ke bandara? Hari ini aku akan pulang ke Indonesia , aku ingin berobat di negeri ku saja " . Isma merapih kan pakaian nya .
"Kenapa tidak berobat disini saja Isma? Alat alat disini sangat canggih , mungkin saja nanti kamu bisa sembuh Isma. " . jelas wanita itu, Angela.
"Tidak Angela" . Isma menggelengkan kepala. " Aku harus pulang. Kau antar aku sekarang ya".
Angela, hanya mengangguk menyetujui ucapan nya. Keputusan Isma sudah sangat bulat, ia ingin menjauh dari Imam , bukan karena ia sudah lagi tak cinta. Namun, karna ia sadar Isma tak pantas berada disamping lelaki yang sangat sempurna dimatanya.
Kepulangan nya disambut oleh keluarga besarnya, mereka sangat bahagia menyambut Isma. Namun, mereka merasakan sakit saat melihat orang kebanggaan keluarga , Isma kini sudah tak lagi bisa berjalan .
Keadaan Isma semakin parah , ia tidak bisa melakukan apa apa lagi. Ia sangat kehilangan semangat untuk hidup, ia merasa hanya akan menjadi mayat hidup yang tak dapat melakukan apapun.
" Ismaaaaaaaaaaa " . Teriak seorang lelaki " Ada apa sebenarnya? Knpa kamu menjauhi ku? Jawab jujur Isma " . Imam duduk didepan isma . Isma hanya dapat menggelengkan kepala, ia tak dapat menahan tangisnya .
"Kamu sakit apa Isma? Aku sangat khawatir dengan keadaanmu. Aku mencintaimu Isma, aku tak ingin kehilanganmu ". Kini Imam pun menangis tak dapat menahan sakit saat ia melihat orang yang dia cintai jatuh sakit.
" Aku tidak pantas berada disampingmu Imam, aku sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Aku tidak ingin kamu khawatir , untuk itu aku menghindar darimu ! Sekarang pergilah Imam , aku sudah tidak ingin melihatmu lagi. " . Isma mencoba berdiri melangkah pergi meninggalkan lelaki itu. Namun , nihil ia tak dapat lagi berjalan.
" Kau egois Isma , kau hanya memikirkan mu saja , tidak dengan perasaan ku. Aku tidak ingin kehilangan mu untuk kedua kalinya! Saat ini juga aku akan menikahi mu ! ". Ucap imam sembari menggendong Isma .
" Tidak Imam tidakkk , aku tidak pantas berada di samping mu , aku tidak bisa lagi berjalan . Aku tidak sempurna. " . Isma mencoba untuk melepas gendongan Imam, namun Imam semakin menggendong nya dengan erat.
" Aku tidak peduli Isma, cinta sempurna tidak memerlukan fisik yang sempurna ".
... Setelah resmi menikah , merekapun hidup dengan bahagia . Tapi, 5bulan setelah itu Isma kehilangan penglihatannya. Kebahagiaanya seketika lenyap , kini ia sedang duduk dikursi roda dengan tatapan tak tentu arah .
" Sweetheart? , sedang apa disini? Angin malam tidak baik untuk kesehatan sayang " . Imam , menggenggam tangan Isma menatapnya dengan tatapan sayang .
" Aku sedang berpikir saja ". Isma menghela nafas " Kenapa ya? Dunia ini seakan tidak pernah mengizinkan ku untuk merasakan kebahagiaan? Aku sekarang tidak dapat melihat, tidak dapat berjalan mungkin sebentar lagi aku akan meninggal lalu aku kesepian disana tanpa kehadiranmu Imam ". Isma tersenyum pedih.
" Syuttt, tidak sayang tidak . kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Apapun keadaan mu aku akan tetap mencintai mu . La tahzan innaallaha ma'ana ". Imam meraih Isma kedalam dekapannya, ia menatap nya sendu lalu ia mengecup kelopak mata Isma yang basah karena air mata.
Aku berjanji Isma aku tidak akan pernah meninggalkan mu , aku akan menjaga mu , mencintaimu hingga aku tidak dapat menghela nafas lagi.
Hanya satu yang aku tahu , kehadiranmu menyempurnakan hidupku , memilikimu menguatkan iman ku , kehilanganmu meruntuhkan jiwa ku.
- the end