Rabu, 31 Mei 2017

Lamursaluun

                 Lamursaluun
      "Orang yang diutus untukmu "
                        Oleh: Sugiarti R

  Sebuah poto yang membukakan mata Isma, bahwa ada negara indah di belahan dunia berbeda dengan letak geografis yang berbeda pula . Yang menyimpan keindahan dan sejarah tersendiri, yang kelihatannya mustahil untuk Isma abgari datangi.
  Namun, pikiran itu kini bukan sekedar angan angan saja . Ia mendapatkan beasiswa penuh untuk biaya kuliah dan asrama di Universitas Washington. Tak ada yang lebih Isma syukuri daripada itu, apalagi penyebab utamanya adalah Allah !
  Rasanya, Isma sangat berat hati jika harus meninggalkan mama , ayah , evelyne dan keysa adiknya , meninggalkan kenangan manis pahit yang menyertai langkahnya.
  Brakk..
Isma menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, rasanya hari ini sangat melelahkan baginya. Isma mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar , aktivitasnya terhenti pandangannya tertuju pada salah satu jas berlogo UNPAD yang tersusun rapi diantara sederetan pakaian lainnya.
  Ia teringat 3tahun yang lalu, pada sosok seorang lelaki yang begitu ia kagumi. Tak dapat dipungkiri ia memang mencintai lelaki itu , Imam. Orang yang sangat sempurna di matanya , namun perasaan itu ia pendam hingga saat ini. Tapi Isma bukanlah Fatimah azzahra yang dapat menahan perasaannya kepada Sayyidina Ali hingga setanpun tidak mengetahui.
  Sudah lama aku tidak bertemu dengannya , aku merindukanmu . Apakah kamu masih mengingatku? Jika saja kamu adalah jodohku , aku yakin sejauh apapun jarak , waktu pasti akan menyatukannya. Biarlah kesendirian dalam penantian yang menjaga iman.
  Itulah kalimat yang bermain di kepala Isma, ia memejamkan matanya memanjatkan doa kilat dalam hatinya , untuk lelaki yang tak terjangkau namun begitu dicintainya.

.....
3 tahun kemudian.
  Belanda, negeri yang kini ia pijakki untuk menggapai mimpi. Kehidupan Isma kini berada di puncak kesuksesan. Namun, cobaan hidup seperti tetap mengiringi setiap langkah Isma. 3bulan terakhir dia sering merasa kesakitan diseluruh tubuhnya, entah penyakit apa ia pun tidak tahu.
  Sore ini , hujan turun dengan lebat seakan mengerti apa yang sedang ia rasakan. Penasaran akan penyakit apa yang ia derita kini telah ada jawaban, kegagalan sistem kerja saraf sungguh membuat pertahanan Isma goyah seakan dunia berhenti berputar.
  "Kenapa engkau beriku cobaan yang begitu indah ya allah " . Isma menghela nafas " Jika saja cobaan ini menjadi penggugur dosa ku, aku rela jalaninya. Tapi, kenapa disaat yang bersamaan engkau ambil kedua orang tua ku? Sungguh aku tidak sanggup " . Isma menggigit bibir menahan tangis.
  Drettt.. Drettt..
Ia meraih ponselnya yang bergetar, membaca pesan yang muncul di layar ponsel.
     From : 0881724×××××
Isma abgari, kau tahu? Aku masih setia dengan perasaanku untuk mu. Aku yakin kita ditakdirkan untuk bersama...
  Bisakah kamu melihatku sejenak? Kini aku ada di hadapanmu.

             - Imam
  Jantungnya berdegup tak karuan , Imam orang yang dia cintai kini ada dihadapannya? Mimpikah ia ? Setelah 7 tahun lamanya tidak bertemu , kini ia hadir kembali. Mungkinkah benar? Bahwa ia memang jodohnya?
    Aku tenggelam dalam tatap , terbius oleh harum. Aku tak dapat menghindar , aku jatuh lagi dan lagi.
  " Hi , Isma. Aku tidak menyangka kita akan bertemu di negara ini. Kau tahu? Selama 7tahun aku tidak melihatmu, aku sangat merindukanmu " . Lelaki itu tersenyum lalu duduk di samping Isma. " Hem, maaf . Apakah aku salah orang? Kau Isma Abgari bukan? " . lelaki itu kembali bertanya.
  " Iya Imam , ini aku. Maaf, aku hanya terkejut kedatanganmu sangat tiba tiba hehe. Um , by the way ko kamu bisa ada disini sih? Sedang apa di Rumah sakit? Siapa yang sakit? ". Terlihat sekali Isma sangat gugup berada disamping lelaki itu, Imam.
  " Tidak ada , aku hanya melakukan rutinitas ku memeriksa kesehatan ku. Kau sendiri sedang apa disini? Kamu sakit? Dan sudah berapa lama kamu tinggal di negeri ini? ". Lelaki itu menatap nya.
  " Oh tidak juga, aku hanya mengantar temanku . sekitar 4tahun setelah lulus kuliah di Unpad , aku pindah ke Belanda melanjutkan kuliah ku. "
  .. Mereka pun tenggelam dalam suasana kerinduan , saling berbagi cerita tentang kehidupan masing masing. Setelah pertemuan itu, mereka pun menjadi sangat dekat. Namun, keadaan Isma semakin down . Kini ia sudah tak bisa lagi berjalan , dan memutuskan untuk tidak menemui Imam (lagi) agar dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Isma.
  " Angela , kau mau kan antar aku ke bandara? Hari ini aku akan pulang ke Indonesia , aku ingin berobat di negeri ku saja " . Isma merapih kan pakaian nya .
  "Kenapa tidak berobat disini saja Isma? Alat alat disini sangat canggih , mungkin saja nanti kamu bisa sembuh Isma. " . jelas wanita itu, Angela.
  "Tidak Angela" . Isma menggelengkan kepala. " Aku harus pulang. Kau antar aku sekarang ya".
  Angela, hanya mengangguk menyetujui ucapan nya. Keputusan Isma sudah sangat bulat, ia ingin menjauh dari Imam , bukan karena ia sudah lagi tak cinta. Namun, karna ia sadar Isma tak pantas berada disamping lelaki yang sangat sempurna dimatanya.
  Kepulangan nya disambut oleh keluarga besarnya, mereka sangat bahagia menyambut Isma. Namun, mereka merasakan sakit saat melihat orang kebanggaan keluarga , Isma kini sudah tak lagi bisa berjalan .
   Keadaan Isma semakin parah , ia tidak bisa melakukan apa apa lagi. Ia sangat kehilangan semangat untuk hidup, ia merasa hanya akan menjadi mayat hidup yang tak dapat melakukan apapun.
  " Ismaaaaaaaaaaa " . Teriak seorang lelaki " Ada apa sebenarnya? Knpa kamu menjauhi ku? Jawab jujur Isma " . Imam duduk didepan isma . Isma hanya dapat menggelengkan kepala, ia tak dapat menahan tangisnya .
  "Kamu sakit apa Isma? Aku sangat khawatir dengan keadaanmu. Aku mencintaimu Isma, aku tak ingin kehilanganmu ". Kini Imam pun menangis tak dapat menahan sakit saat ia melihat orang yang dia cintai jatuh sakit.
  " Aku tidak pantas berada disampingmu Imam, aku sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Aku tidak ingin kamu khawatir , untuk itu aku menghindar darimu ! Sekarang pergilah Imam , aku sudah tidak ingin melihatmu lagi. " . Isma mencoba berdiri melangkah pergi meninggalkan lelaki itu. Namun , nihil ia tak dapat lagi berjalan.
  " Kau egois Isma , kau hanya memikirkan mu saja , tidak dengan perasaan ku. Aku tidak ingin kehilangan mu untuk kedua kalinya! Saat ini juga aku akan menikahi mu ! ". Ucap imam sembari menggendong Isma .
  " Tidak Imam tidakkk , aku tidak pantas berada di samping mu , aku tidak bisa lagi berjalan . Aku tidak sempurna. " . Isma mencoba untuk melepas gendongan Imam, namun Imam semakin menggendong nya dengan erat.
   " Aku tidak peduli Isma, cinta sempurna tidak memerlukan fisik yang sempurna ".
  ... Setelah resmi menikah , merekapun hidup dengan bahagia . Tapi, 5bulan setelah itu Isma kehilangan penglihatannya. Kebahagiaanya seketika lenyap , kini ia sedang duduk dikursi roda dengan tatapan tak tentu arah .
  " Sweetheart? , sedang apa disini? Angin malam tidak baik untuk kesehatan sayang " . Imam , menggenggam tangan Isma menatapnya dengan tatapan sayang .
  " Aku sedang berpikir saja ". Isma menghela nafas " Kenapa ya? Dunia ini seakan tidak pernah mengizinkan ku untuk merasakan kebahagiaan? Aku sekarang tidak dapat melihat, tidak dapat berjalan mungkin sebentar lagi aku akan meninggal lalu aku kesepian disana tanpa kehadiranmu Imam ". Isma tersenyum pedih.
  " Syuttt, tidak sayang tidak . kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Apapun keadaan mu aku akan tetap mencintai mu . La tahzan innaallaha ma'ana ". Imam meraih Isma kedalam dekapannya, ia menatap nya sendu lalu ia mengecup kelopak mata Isma yang basah karena air mata.
  Aku berjanji Isma aku tidak akan pernah meninggalkan mu , aku akan menjaga mu , mencintaimu hingga aku tidak dapat menghela nafas lagi.
     Hanya satu yang aku tahu , kehadiranmu menyempurnakan hidupku , memilikimu menguatkan iman ku , kehilanganmu meruntuhkan jiwa ku.

             - the end

Selasa, 02 Mei 2017

KARMA 😊

            You're My Sweetest Man
                                                                           Karya : Sugiarti Rahayu

   Entah bagaimana awalnya, aku dapat merasakan kenyamanan pada seseorang yang bahkan aku belum mengenalnya. Dia adalah sosok lelaki yang humoris, selalu mempunyai topik obrolan yang menyenangkan. Tanpa sadar aku tertawa sendiri saat membaca chat darinya , aku lupa bahwa sekarang aku sedang berjalan di persimpangan tiga hendak menuju rumah. Aku tertunduk malu saat aku sadar ada seorang lelaki di depan sana menatapku dengan tatapan menyelidik. Sejenak kita beradu pandang, lalu aku memalingkan wajahku ke arah berlawanan. 
   
  Tring, notif bbm ku berbunyi dengan cepat aku meraih ponselku dan menatap pesan yang muncul di layar telpon.
   
 " Kau terlihat bahagia sekali ya tadi, aku ingin menjadi alasanmu untuk tersenyum. Ohiya, aku ingin mengatakan tadi kamu cantik saat terseyum " . Ujarnya dalam pesan tadi.

  Jantungku berdegup kencang , ternyata dia adalah lelaki tadi? oh kau tahu aku sangat bahagia saat aku tahu dia adalah lelaki itu. Karna memang sejak awal aku sudah menaruh hati padanya. 
Setelah beberapa bulan dekat dengannya, lalu dia mengatakan cinta padaku. Tidak mungkin bukan jika aku harus menolaknya? karna moment ini yang aku tunggu. Hari hari yang ku lalui bersamanya semua terasa indah, berwarna dan menyenangkan . 
  
  Kehadiranmu mengubah pola berpikirku, menjadikanku lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan. Pagi ini, aku sedang berada di halaman depan rumah , bersantai sembari membaca novel kesukaanku dan menikmati angin pagi yang menyejukkan. Kulirik mesin waktu yang melingkar di pergelangan tanganku. 
  
  " Oh baru jam 07.00 ya ! " . Ucapku , lalu aku melirik kembali jam ku.
  " Apa? oh tidak aku lupa hari ini aku akan lari pagi dengannya " . Ucapku sambil berlari mencari sepatuku.
  
  Dengan cepat aku membereskan semuanya , bagaimana mungkin aku bisa melupakan hal ini? 

  " Oh tidak , aku sudah telat 30menit. Aku tidak ingin membuatnya menunggu lama " . Aku bergumam sendiri sambil berlari. 

  Aku membutuhkan waktu 30menit untuk sampai di tempat yang dijanjikan. Napasku tidak teratur, aku masih mencarinya dikerumunan orang orang. Tiba tiba, ada seseorang yang menarik tanganku. Dengan cepat aku melepaskan pegangan itu. Justin ya dia adalah Justin, dia hanya tersenyum menyeringai saat melihat ekspresi terkejutku.

  " Cape? " . Tanyanya dengan senyum mengembang.

  " Sedikit , hehe " . Jawabku dengan gugup. Kau tahu? aku masih sangat gugup berada didekatnya.
   
  " Kalau begitu, naiklah ke punggungku " . Ucapnya sambil membungkukkan badannya.
  
  " Oh, tidak perlu aku masih kuat untuk berjalan " . Ucapku sambil menatapnya.

  " Naik atau kau ku paksa? " . Ucapnya sambil menatapku tajam.
  
  Tidak ada pilihan lain, aku hanya mengangguk menyetujui ucapannya. Lari pagi kali ini berbeda dari sebelumnya. Sebenarnya, ini bukan lari pagi. Karena sedari tadi aku digendongnya, sweet moment sekali bukan? 

  " Kau haus Elen? " . Tanyanya dengan lembut.

  " Aku umm .... " . Belum sempat aku melanjutkan perkataanku, dia telah memotongnya.

  " Tidak perlu kau jawab Elen. Aku tahu kau haus, kalau begitu kau tunggu disini ya aku akan membelikanmu minum. " .
  
  Tanpa menunggu jawaban dariku , dia telah melangkahkan kaki meninggalkanku. 10 menit, hingga 20 menit aku menunggunya, namun dia tak kunjung datang. Apa dia mengerjaiku? tapi sepertinya itu tidak mungkin. Akupun kembali diam seperti semula, duduk dan memainkan ponselku.

 "Menungguku Nona? " . Tanyanya dengan nada menggodaku. 

  Pipiku merah merona mendengar ucapannya, lalu dia memberikan sebuah coklat beserta suratnya. Dia mendekatkan wajahnya ketelingaku lalu berkata 

 " Surat nya jangan kau buka sekarang ya. Kau boleh membukanya saat telah sampai rumah. Aku menyayangimu gendutku . "

 Setelah selesai mengucapkan itu, dia menjauhkan wajahnya dariku .
  
 " Kau merona sekali ya Elen . Hahaha " 

 Dia tertawa terbahak bahak sembari memegang hidungku. 

 " APAAAAA? berani sekali kau Utin memegang hidungku. " . Ucapku sedikit berteriak, 

 ......... 

 Hari hari yang kulalui dengannya penuh kegembiraan , semangat dan sebagainya . Oh dear , i'm glad to have you. You change my life to be a more kind. Tapi kebahagiaan itu seketika lenyap saat mantannya menemuiku lalu berkata .

 " Kau yang bernama SELENA? ". Ucapnya dengan penekanan saat menyebut namaku.

 " Iya , ada perlu apa ya? apa kita pernah bertemu sebelumya? " . Tanyaku bingung.

 " Kenalkan namaku Tria , aku mantannya Justin ! Kau tahu apa tujuanku datang menemuimu? aku hanya ingin memperlihatkan padamu apa yang pacar mu katakan padaku " .Ucapnya dengan senyum sinis .

 Lalu diapun memberikan ponselnya padaku , aku menatapnya tak percaya. Justin, orang yang sangat aku sayangi berani berbuat seperti ini padaku . Lalu Triapun mengambil ponselnya dari tanganku dan pergi meninggalkanku tanpa kata.

 ..............

 Hari ini aku akan bertemu dengan Justin di tempat biasa. 

 " Kau tahu apa yang mantanmu perlihatkan padaku? " . Ucapku masih dengan senyum yang mengembang.

 " Apa? " . Tanyanya bingung.

 " Apa kau kira aku tidak tahu apa yang kamu katakan padanya? . Kau katakan padanya bahwa kau masih mencintainya , kau mengatakan bahwa kau akan kembali lagi padanya , kau mengatakan bahwa dia adalah jodohmu , dan kau katakan padanya bahwa kebahagiaan ini hanya sementara saat aku dan kamu masih menjadi kita? " . Air mataku mengalir dengan deras membasahi pipiku. 

 " Maafkan aku Elen " . Ucapnya dengan nada memohon. 

 " Tidak apa apa, aku paham itu. Kau masih menyayanginya bukan? pergilah jika kau bahagia dengannya. " . Jawabku sembari menghapus air mataku. 

 " Tidak Elen , tidak seperti itu . Aku menyayangimu , kau percaya itu bukan? ku mohon maafkan aku. " . Ucapnya sembari memegang tanganku . 

 Aku hanya mengangguk mendengar ucapannya. Setelah kejadian itu , hubunganku dengannya agak merengang. Dia mulai berubah, berani membentakku hanya karna aku memintanya untuk mengantarku pulang, tidak memberi kabar, dan bahkan mendiamiku. Sampai pada suatu hari, dia memintaku untuk menemuinya . 

 " Aku ingin berbicara dengan mu " . Ucapnya dengan wajah datar.

 " Apa itu Justin? " . Tanyaku penasaran.

 " Aku ingin putus " . Ucapnya masih dengan wajah datar. 

 Aku menatapnya tak percaya , aku meresapi setiap kata yang dia ucapkan . Dadaku serasa sangat sesak mendengar ucapannya, Air mataku telah menggantung di pelupuk mataku. Aku tidak boleh menangis , aku harus kuat. 

 " Kenapa ? " .  Tanyaku

 " Aku sudah bosan " . Jawabnya

 Oh tidak, kata kata itu benar benar membuat hatiku sakit bahkan sangat sakit. Kenapa disaat aku tidak ingin kehilangannya , dia dengan mudah mengeluarkan kata kata haram itu. 

 " Baiklah ." 

  Aku hanya bisa mengeluarkan kata kata itu. Lalu diapun pergi berlalu meninggalkanku tanpa sepatah katapun , tanpa ucapan selamat tinggal ataupun hal lainnya. Aku menatapnya kepergiannya , sakit memang tapi apa boleh buat? tidak mungkin bukan aku memaksakan seseorang untuk tetap tinggal sedangkan hatinya bukan untukku lagi. Lalu akupun pergi melangkahkan kaki meningalkan tempatku saat ini.

 Saat sedang dalam perjalanan menuju rumah ,aku melihat sebuah motor terparkir di hadapanku. Motor itu bagiku sudah tidak asing lagi, ya itu adalah milik Justin. Lalu aku melirik 2 orang yang sedang duduk di taman sana . Aku melihatnya, gadis cantik tepat berada di sampingmu, menggenggam tanganmu , bersandar di bahumu. Kau terlihat bahagia berada di samping gadis dengan poster tubuh sempurna itu. Sekarang aku mengerti , ternyata keterbatasanku membuatmu pergi dari hidupku. Congrats dear , kamu telah menentukan pilihanmu, memutuskan untuk membuat kisah baru dengan dirinya. Semoga kamu bisa membuatnya bahagia selalu seperti hari ini, dan ku harap kamu tidak akan pernah membuat senyum yang ia tunjukan saat ini memudar seiring berjalannya waktu. You know dear? you're my sweetest man i ever have. Air mataku mengalir di pipiku, menatapnya tak percaya.

 " Kau hanya bisa berjanji setia Tin, namun nyatanya kau hanya meninggalkan luka abadi . "

                                      


                        The End